Senin, 17 Oktober 2016

PUISI KARYA FAIZAR BAHROIZY

Puisi karya sastrawan muda mahasiswa UNISMA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Prodi Pendidikan Bahasa & Sastra Indoenesia. Silahkan membaca.....jangan copas yaa.


PUISI
Faizar Bahroizy

Awan-awan berada dalam keheningan
Meski penuh dengan berjuta kilat.
Jiwaku adalah ombak di dalam samudra kemuliaan-Mu.
& Di dalam keheningan: alam semesta beserta segala isinya tenggelam di dasar samudra kemuliaan-Mu.
- Jalaluddin Rumi –

Ku biarkan senyummu memudar brsama angin
Trhempas jauh, trsentuh warna-warni semesta
Dlm semai-semai bunga yg mmbentang
Menerbangkan ribuan ilalang
Di bawah pelangi yg menjatuhkan tangis
Tanda-tanda yg mmbias di balik rinai hujan
- Faizar Bahroizy - sastra offering A -

Beku membisu terpaku dalam rona-rona sang dewi senyap layu
Hendak berbisik, mulut masih terkatup menahan kata yang terbelenggu rasa
Namun tatap mata tak sudi karam & tetap ingin melontar semai kasih berbingkai
- try to say -

Sekian lama, pandang masih belum mampu lagi menembus murninya cinta
Kenangan yang masih bersandar pada bait-bait kelabu
Kini mulai memutar kembali romansa cerita lewat panggung mimpi
Meski satu persatu seperti hendak memudar bersama keping-keping awan yang membeku
Semuanya masih enggan beranjak & tetap saja ingin datang lagi & lagi
lewat rinai hujan, kenangan itu seolah kembali bersemi dalam hati
Namun, hanya pelangi yang setelah itu datang bersama senyum masa lalu yang telah melebur bersama waktu
- Faizar Bahroizy - di bawah langit yang menyampaikan rindu -
  
Jangan pernah tertipu
Ketika senyum manis itu kembali membuatmu layu dan tertegun membeku
Hingga titik-titik terlemahmu tersingkap dalam bisik-bisik angin
Dan membuatmu tertunduk di bawah duri-duri bunga yang hendak menusuk hatimu
Jangan pernah tertipu
Ketika lembut tutur kata itu memanggilmu kembali
Sambil bersimpuh bagai awan yang melepuh
Dalam ketidakberdayaan akan kekuatan sang mentari
Hingga rasa iba yang kau miliki
Terpacu kembali dalam misteri yang menjerat mimpi dan perjalananmu
Jangan pernah tertipu
Ketika kilau cahaya yang tergambar dari matanya
Bagai jernih air yang meneduhkan sebagian rasa dalam jiwa
Bersama sejuk air mata yang mengalir seperti butir-butir mutiara
Hingga kau terbius kembali pada lubang hitam
Dan tenggelam dalam rasa yang siap untuk menikam
Sudah ku katakan berulang kali
Jangan pernah tertipu
Tapi kau masih saja ragu dengan firasat dan tanda yang seharusnya juga kau tahu
Hingga kau kembali terbenam dalam penyesalanmu
Yang berkali-kali membuatmu bangkit dan terjatuh lagi
Dan lagi


Masih membentang remang cahaya mentari pagi
Lewat bisik-bisik angin yg meraba celah-celah dedaunan
Ia mencoba memberi sebait rasa
Utk semangat yg mnjelma mnjadi suka & duka
- salam utk yg di sana -

Setetes embun yg mmbentang di balik cahaya msih tak mampu menandingi bening air mata ibu yg mmbentang d dlm hati anak trcinta, oleh krn itu kasih sayang ibu tak akn prnah trganti oleh apa pun yg ad di dunia ini
Maaf ibu! Anakmu hanya bisa mengirimkn setitik rindu & kata maaf untukmu yg brada jauh disana!
Air mata cinta & rindu utk ibu dlm lebaran yg hanya bisa mmandang bayang kasihmu


Hening, tak terasa sudah terlewati wajah malam yg penuh makna
Ketika jari jemari bintang membelaikn cahayanya pda sang bulan
Hingga menyebar di atas tempat al-insan yg mulai menyeka penat
Bersama waktu yg sudah mulai menua terhempas zaman yg tlah brkali-kali berganti era
Namun hanya satu keyakinan yg tetap trjaga
Yaitu keyakinan yg trcurah hanya padaMu
Allah, Tuhan pencipta alam semesta
- berkah seribu bulan - Lailatul Qadr -

Ada yg berbeda dr tatap matanya
Ketika warna pelangi mulai terdampar dalam senyumnya
Rinai hujan pun tetap bergejolak dlm syahdu sendu rindu
& perlahan menggugah penat sang bumi
Utk kembali bangkit & memandang cahaya di atas langit
Ada yg berbeda dr lembut lunglai tutur katanya
Ketika bintang-bintang berkelipan menghiasi jalinan asmara antara aku & dia
Hingga bulan pun hanya mampu tertegun pasrah
Sambil berusaha tersenyum manis
Lewat kemilau cahayanya yg tergambar
dalam wajah ayu sang pujaan hati yg masih trbayang dlm seberkas kenangan
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -

Biru tak berawan
Bagai ruang hampa tanpa kenangan yang tersisa
Biru tak berawan
Bagai memori yang kosong tak terbaca
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -

Melepas senyum yg pernah terukir dlm bingkai-bingkai angin
Mnjelma rindu kala senja berbisik cerita tentang mereka yg pernah singgah dlm seberkas memori
Jka kalian rindu akn kenangan yg terajut di kota ini, pandanglah langit d malam hri!
Katakan pda bintang "aku akn ttp menyimpan kisah itu dlm hati"
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -
  
Dalam keberadaannya, gunung pun mencoba bersuara dan menjerit
Lewat gemuruh kawah, ia seolah mmberikn peringatan
Seberapa lama dunia ini akn bertahan, sampai tiba waktunya brsanding d bawah tahta yg tak akn pernah tergoyahkan
- Alam Berseru -

Daun-daun berputar
Mmbentuk sentuhan angin
Dlm hembus nafas
Bersama kenangan lalu
Saat kau berkata "hati kita tlah menjadi satu dlm ikatan yg akn mmpertemukn kita di surga"
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -

Sampai kapan harus termenung mengingat kenangan tentangmu yg tak mampu ku Temukan meski hanya jejak yg berlalu
Bagai awan yg menghalangi pandang ke atas langit
Wajahmu masih terbayang dalam titik rindu bersama ingatan
Meski kadang terlihat samar berbalut warna lara
~ utkmu yg tak mampu trgapai lgi ~

Jangan karena sikapku
Kau berubah menjadi gersang di musim semi
Menikam rasa d balik lambai layu tingkahmu
& melukis separuh warna hitam dalam hati yg lemah
Jgn karena sikapku
Rembulan yg pernah menatapku dengan penuh kasih
Mengerlipkan cahayanya menjadi setitik asa
& tak mau lagi berbagi rasa
Dalam suka maupun duka


Seperti bulan yg hilang menjauhkan diri
Mimpiku hancur hanya untukmu
Sebuah harapan yg tidak lengkap
Tak bisa beralasan lgi
Karena ku tlah mnemuknmu
Namun kita masih terpisah oleh jarak
Hatimu gelisah
Tanpamu... Tanpamu ad d sisiku


Dalam teduh nuansa hatiku
Ingin ku renungkan segala resah risauku
Sembari melantunkan syair-syair lirih yang mampu memecah ruang langit yg tetap tertunduk d bwah kuasa-Nya
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -

Terbit nuansa sang surya meletakkan penat yang ada dalam lubuk kekosongan hati
Bersama melintas di bwah sinar yang mengintip pagi
Melewati lambaian cemara di sisi bukit yg tertunduk keperkasaan gunung
Langkah masih berderap menggesek rumput-rumput liar yg msih basah tersentuh embun dalam renungnya semalam tadi
Di bawah langit yang masih teduh menyaksikan rangkaian cerita yang pernah terlewati dari yang bermakna duka & luka ataupun bahagia yang terbungkus nestapa
Kita pernah terbuai dalam alunan tawa & terjebak dalam kiasan makna yg mengadu setiap pertentangan rasa
Namun seperti air yg mengalir ke arah samudra
Dr arah mna pun kita melangkah, brgerak, brsorak, hingga brlari
Kita ttap satu dlm peraduan yg sama yaitu ikatan dlm rasa yg tak akn trpisah oleh rangkaian masa yg prnah mnjadi cerita
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -

Meraba seberkas rasa dalam sejengkal kisah yg bertapa di bukit nestapa
Mengalir alunan suara hati lewat gema nuansa yg tersentuh jalinan asa
Namun semua rasa tetap bertingkah di dalam jiwa
Hanya mampu muncul ke dunia nyata ketika jelma mampu menguak rasa
- Faizar Bahroizy - Sastra Offering A -